Mengenai Saya

Foto saya
Deposuit potentes de sede et exaltavit humiles

Search Here

Loading

Like To Read Books?

Kamis, 16 Juni 2011

Jangan Sebut Diri Anda Anti-Politik

Foto: traktorpakkordi.blogspot.com
Seringkali ketika browsing saya temukan orang-orang mengatakan mereka anti-politik, tidak mau berpolitik, atau apapun yang intinya kurang lebih sama. Saya jadi heran, apa benar mereka ini anti terhadap yang namanya 'politik'? Karena jika memang benar begitu adanya, saya yakin mereka bukanlah (maaf) manusia normal. Mengapa saya berani mengatakan demikian? Berikut penjelasan saya.

-Manusia harus memenuhi tugasnya sebagai manusia (multatulli)
Ya, saat masa kolonial dahulu, multatulli mengatakan melalui buku-bukunya bahwa tugas manusia adalah menjadi manusia. Lalu hal seperti apa yang dikatakan menjadi manusia itu? Kita kembalikan kepada kebutuhan hidup manusia. Saya percaya anda tahu bahwa kita tidak bisa hidup dengan makanan dan minuman saja. Tetapi ada hal lain yang kita butuhkan untuk dapat hidup layak sebagai manusia, yaitu kehidupan spiritual dan sosial. Kita fokuskan pada kehidupan sosial manusia. Sudah dikatakan bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri-makhluk sosial. Terlepas dari berbagai karakter manusia, artinya manusia membutuhkan manusia lain untuk dapat bertahan hidup. Ketika kita membutuhkan manusia lain akan muncul suatu ikatan yang mengikat manusia satu sama lain. Dan ketika dua atau lebih manusia saling terikat maka sesungguhnya kita telah berorganisasi. Kita telah membagi-bagi tugas secara tidak langsung. Contoh kecil adalah keluarga, ayah,ibu dan anak masing-masing mempunyai tanggung jawabnya sendiri yang kemudian digabungkan untuk mencapai satu tujuan: keluarga bahagia. Itulah fungsi manusia yang masih dalam tahap sangat sederhana. Saya tekankan masih sangat sederhana.

Ketika manusia sudah berorganisasi maka mereka mempunyai satu tujuan bersama yang harus dicapai. Nah, di sinilah kita berpolitik. Politik sendiri dapat diartikan sebagai bentuk usaha untuk mencapai sesuatu. Dalam skala yang lebih besar lagi, untuk mencapai kekuasaan. Jadi secara tidak sadar, kita sudah berpolitik. Jauh sebelum anda tahu apa itu politik. Namun yang perlu diperhatikan adalah sampai sejauh mana kita dapat berpolitik. Jawabannya mudah sejauh hati nurani kita sendiri. Karena politik sendiri tidak mengenal batas, dan ini yang asih sering dilakukan para petinggi negeri ini (suap, korupsi, dll)

Lalu bagaimana tanggapan anda, masih anti-politik?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer