Mengenai Saya

Foto saya
Deposuit potentes de sede et exaltavit humiles

Search Here

Loading

Like To Read Books?

Tampilkan postingan dengan label Video Kritik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Video Kritik. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Juni 2011

Video dan Syair Sajak Sebatang Lisong - WS. Rendra




Menghisap sebatang lisong
melihat Indonesia Raya,
mendengar 130 juta rakyat,
dan di langit
dua tiga cukong mengangkang,
berak di atas kepala mereka
Matahari terbit.
Fajar tiba.
Dan aku melihat delapan juta kanak-kanak
tanpa pendidikan.
Aku bertanya,
tetapi pertanyaan-pertanyaanku
membentur meja kekuasaan yang macet,
dan papantulis-papantulis para pendidik
yang terlepas dari persoalan kehidupan.
Delapan juta kanak-kanak
menghadapi satu jalan panjang,
tanpa pilihan,
tanpa pepohonan,
tanpa dangau persinggahan,
tanpa ada bayangan ujungnya.

Menghisap udara
yang disemprot deodorant,
aku melihat sarjana-sarjana menganggur
berpeluh di jalan raya;
aku melihat wanita bunting
antri uang pensiun.
Dan di langit;
para tekhnokrat berkata :
bahwa bangsa kita adalah malas,
bahwa bangsa mesti dibangun;
mesti di-up-grade
disesuaikan dengan teknologi yang diimpor
Gunung-gunung menjulang.
Langit pesta warna di dalam senjakala
Dan aku melihat
protes-protes yang terpendam,
terhimpit di bawah tilam.
Aku bertanya,
tetapi pertanyaanku
membentur jidat penyair-penyair salon,
yang bersajak tentang anggur dan rembulan,
sementara ketidakadilan terjadi di sampingnya
dan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan
termangu-mangu di kaki dewi kesenian.
Bunga-bunga bangsa tahun depan
berkunang-kunang pandang matanya,
di bawah iklan berlampu neon,
Berjuta-juta harapan ibu dan bapak
menjadi gemalau suara yang kacau,
menjadi karang di bawah muka samodra.

Kita harus berhenti membeli rumus-rumus asing.
Diktat-diktat hanya boleh memberi metode,
tetapi kita sendiri mesti merumuskan keadaan.
Kita mesti keluar ke jalan raya,
keluar ke desa-desa,
mencatat sendiri semua gejala,
dan menghayati persoalan yang nyata.
Inilah sajakku
Pamplet masa darurat.
Apakah artinya kesenian,
bila terpisah dari derita lingkungan.
Apakah artinya berpikir,
bila terpisah dari masalah kehidupan.
Kepadamu aku bertanya

19 Agustus 1977
ITB Bandung

Dipersembahkan kepada para mahasiswa Institut Teknologi Bandung, dan dibacakan di dalam salah satu adegan film “Yang Muda Yang Bercinta”, yang disutradarai oleh Sumandjaya. Berikut Puisi-puisi Rendra.

Selasa, 14 Juni 2011

Video Lagu Nyasarudin, Dendang Riang Bagi Si Mantan Bendahara

Lagi-lagi muncul lagu berlirik kritik, yang kali ini ditujukan untuk mantan bendahara partai Demokrat, NaZarudin. Lucunya, video yang diunggah melalui situs youtube ini mempelesetkan nama Nazarudin menjadi nyasarudin.

Hari Widiyanto, sang pencipta lagu menegaskan bahwa video ini tidak hanya ditujukan untuk nazarudin tapi juga semua pelaku korupsi yang melarikan diri dari Indonesia. Pria asal Pasuruan, Jawa Timur ini pun tak berniat mencari sensasi dengan mendompleng kasus yang sedang hangat-hangatnya ini.

Dalam video ini dapat kita lihat bagaiman Hari Widiyanto sekeluarga menynyikan lagu ini bersama-sama di ruang tamu dengan diiringi petikan gitar dari sangg anak.

Hari melanjutkan bahwa proses pembuatan lagu ini tidaklah lama, hanya dua hari jadi. Sementara berbagai tanggapan pun muncul terhadap diunggahnya video ini ke Youtube. Lalu, apa tanggapan anda?

Entri Populer